TUTORIAL WINDOWS : Download File ISO Windows 10 Fall Creators Update versi FINAL


Windows 10 Fall Creators Update
Om Swastiastu.

     Akhirnya, Windows 10 Fall Creators Update (versi Final) resmi dirilis ke publik oleh pihak Microsoft per tanggal 17 Oktober 2017 (waktu Amerika). Bagi kalian yang ingin mencicipi OS terbaru besutan Microsoft, sekarang sudah bisa kalian download langsung di Situs Resminya secara gratis.

     Untuk kalian yang kesulitan mengunduh file ISO Windows 10 Fall Creators Update, KUTUbuku akan jabarkan caranya dibawah ini.

Cara 1 : Download file ISO Windows 10 Fall Creators Update menggunakan Media Creation Tool dari Microsoft.

Pertama-tama, kalian perlu mengunduh aplikasi Media Creation Tool dari situs Microsoft terlebih dahulu.

klik "Download tool now" untuk mengunduh Media Creation Tool

Setelah kalian mendapatkan file MediaCreationTool.exe jalankan file tersebut kemudian klik Accept untuk melanjutkan.

klik "Accept" pada halaman Terms

"What do you want to do?"

Pilih "Create installation media" untuk mengunduh file  ISO nya lalu klik Next.

klik "Create installation media" untuk mengunduh file ISO

"Select language, architecture, and edition"

Hilangkan tanda centang pada pilihan "Use the recommended option for this PC" jika kalian ingin mengunduh file ISO Windows dengan Bahasa, Arsitektur (32bit / 64bit) dan Edisi yang berbeda.

Pilih Bahasa, Arsitektur (32bit / 64bit) dan Edisi yang kalian inginkan.

"Choose which media to use"
karena yang kita butuhkan adalah file ISO nya, maka kita pilih "ISO File" dan lanjut klik Next.
 
pilih "ISO File" untuk mengunduh file ISO Windows 10 Fall Creators Update

Selanjutnya, kalian pilih di mana kalian ingin  menyimpan file ISO Windows 10 Fall Creators Update tersebut, lalu tekan Save.

Save file ISO Win10 Fall Creators Update

Siapkan cemilan, kopi atau apapun sambil kalian menunggu proses download file ISO selesai.

download file ISO Windows 10 Fall Creators Update

Sebagai informasi :
Win10 1709 EnglishInternational x32.iso : 3.4Gb
Win10 1709 EnglishInternational x64.iso : 4.4Gb
Windows 10 Fall Creators Update

Cara 2 : Download file ISO Windows 10 Fall Creators Update menggunakan Browser Downloader

Untuk kalian yang lebih suka menggunakan bantuan Software Downloader seperti IDM atau downloader lainnya untuk mengunduh file ISO Windows Fall Creators Update (versi Final), simak tutorial berikut untuk caranya.

Apakah kalian sudah memiliki browser Google Chrome?
Jika belum silahkan unduh terlebih dahulu Google Chrome pada situs resminya kemudian install seperti biasa.

Google Chrome Download

Jika sudah selanjutnya kalian install add-on User-Agent Switcher for Chrome.

add-on User-Agent Switcher for Chrome
Google Chrome dan add-on User-Agent Switcher for Chrome sudah terinstall?

Disinilah kuncinya.
Perhatikan pada bagian pojok kanan atas browser Google Chrome. Kalian akan menemukan icon add-on User-Agent Switcher for Chrome. Tinggal kalian klik icon tersebut lalu kalian pilih "Safari" agar browser kalian di anggap sebagai browser Safari (default browser MacOS).

User-Agent Switcher for Chrome ganti ke "Safari"

Selanjutnya kalian tinggal masuk ke Situs Resmi Microsoft, maka tampilan isi situs akan berbeda jika kalian menggunakan browser Firefox atau Chrome pada OS Windows.

Cara diatas tidak berlaku untuk kalian yang sedang menggunakan OS selain Windows (Linux atau MacOS). Untuk pengguna OS selain Windows, tidak perlu menggunakan Add-On User-Agent Switcher for Chrome.
  
"Select edition" kalian pilih Windows 10 lalu klik Confirm.

Pilih Windows 10

Selanjutnya kalian pilih bahasa yang kalian inginkan kemudian klik Confirm.
disini KUTUbuku memilih bahasa English International.

Pilih bahasa yang kalian inginkan


Terakhir pilih versi Arsitektur yang sesuai dengan spesifikasi PC kalian (32bit atau 64bit)

Pilih versi Arsitektur 32bit (x82) atau 64bit (x64)

Proses download file ISO Windows 10 Fall Creators update pun dimulai.
Jika browser Google Chrome kalian sebelumnya sudah terhubung dengan aplikasi downloader (IDM misalnya) maka akan otomatis masuk ke daftar downloader kalian.

download progress

Cara 3 : Download file ISO Windows 10 Fall Creators Update menggunakan aplikasi Windows ISO Downloader

    Aplikasi ini bukanlah aplikasi resmi dari pihak Microsoft melainkan sebuah aplikasi pihak ke 3 yang cukup populer digunakan sebagai tool untuk memudahkan kita mengunduh file ISO dari situs Resmi Microsoft.

Jadi file ISO Windows yang kalian unduh menggunakan aplikasi Windows ISO Downloader ini adalah sama dengan file ISO yang kalian download langsung dari situs resmnya

Caranya, kalian tinggal download file Windows ISO Downloader (ver.5.21 [09/20/2017).
Untuk versi yang lebih baru, kalian bisa langsung download pada situs resminya

Jalankan aplikasi Windows ISO Downloader.exe dengan hak Administrator
 (klik kanan pada aplikasi, pilih Run As Administrator)

 Pada bagian kanan, pilih Windows 10 dan tunggu hingga option "Select Edition" muncul.

Windows ISO Downloader

Jika aplikasi mengalami Crash atau "Not Responding", tutup paksa aplikasi kemudian jalankan kembali (selalu jalankan dengan hak Administrator).

Windows ISO Downloader - Windows 10 - Select Edition

"Select edition" pilih Windows 10 - Redstone 3 - September 2017

Windows 10 - Redstone 3 - September 2017

 Kemudian klik Confirm untuk melanjutkan

Select edition

"Select the product language"
pilih bahasa yang kalian inginkan. Disini KUTUbuku memilih English International.
Klik Confirm untuk melanjutkan.

Select the product language

Lanjut pilih versi arsitektur yang kalian inginkan (32bit/64bit) dan sesuaikan dengan spesifikasi PC kalian.

32bit atau 64bit

 Pilih "Save" untuk menyimpan file unduhan ke PC kalian.

Save file ISO

Arahkan ketempat dimana kalian ingin menyimpan file unduhan ISO Windows 10 Final Creators Update lalu klik Save.



dan proses unduhan file ISO Windows 10 Fall Creators Update pun dimulai.


     Itulah 3 cara untuk kalian yang ingin mencoba OS Windows 10 Fall Creators Update (versi Final) yang bisa kalian terapkan.

     Untuk tutorial bagaimana cara membuat USB Bootable Windows 10 FCU, akan KUTUbuku bahas pada tulisan berikutnya. Jadi jangan lupa untuk selalu mengunjungi KUTUbuku-vlog.blogspot.co.id..

Semoga dengan tulisan kali ini dapat menambah informasi bagi kalian dan KUTUbuku ucapkan terimaksih sudah berkunjung ke blog ini.


Silahkan tinggalkan komentar kalian dan nantikan informasi lainnya hanya di

Kunjungi juga Channel Youtube KUTUbuku-vlog untuk totorial lainnya dan jangan lupa Like & Subscribe channelnya KUTUbuku-vlog.

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

TUTORIAL ANDROID : Bluetooth Intercom, tidak harus mahal!

Bluetooth Intercom, tidak harus mahal!


Om Swastiastu.

Halo sahabat blogger, bertemu lagi dengan KUTUbuku-vlog.blogspot.co.id

     Pernahkah kalian merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang yang kalian bonceng saat sedang mengendarai motor, dimana kita harus sedikit berteriak dan menoleh kebelakang agar suara di dengar oleh orang yang kita bonceng?

     Saya sendiri sering mengalami hal tersebut saat melakukan perjalan jauh dengan istri. Sedangkan, jika tidak adanya komunikasi, malah membuat istri menjadi bosan dan mengantuk selama perjalanan. Jadinya malah menimbulkan bahaya bukan...!

     Berbekal dari pengalam tersebut, saya memutuskan mencari cara agar bisa berkomunikasi dengan orang yang saya bonceng dalam perjalanan saat mengedarai motor, sedangkan saya juga tetap bisa memperhatikan jalan di depan tanpa harus menoleh kebelakang.

     Akhirnya perhatian saya tertuju pada sebuah alat/device yang di sebut dengan Intercom/Interkom dan saya sering melihat beberapa rider dari sebuah club motor juga menggunakannya untuk bisa tetap saling berkomunikasi dengan rider lainnya.

Bluetooth Intercom @ credit by Google Image
* Apa itu Intercom / Interkom?
* Interkom merupakan kepanjangan dari intercommunication device atau peralatan komunikasi internal. Interkom merupakan sebuah sistem komunikasi elektronik yang ditujukan untuk pembicaraan, pengumuman, atau proses komunikasi yang terbatas. 

Interkom sering disebut juga interphone atau intertelepon. Interkom tersambung melalui kabel yang disebut kabel Beudrat. Kabel ini berfungsi untuk menyalurkan suara dari pesawat interkom yang satu ke pesawat interkom lainnya

Interkom bisa digabungkan dengan alat komunikasi lainnya seperti telepon, telepon gengga, Walkie-Talkie atau sejenis alat yang sistemnya serupa.

Interkom juga dapat berupa perpaduan mikrofon, dan sebuah alat pengawas. Orang-orang yang bekerja langsung di lapangan biasanya menggunakan alat untuk berkomuniksai satu sama lain. Alat ini dikenal dengan nama Handy Talkie (HT) yang didalamnya terdapat interkom.
(*dikutip dari Wikipedia)

     Jadi secara gamblang, Interkom adalah suatu alat komunikasi dengan atau tanpa kabel yang tidak menggunakan pulsa. Interkom ini biasanya digunakan sebagai alat komunikasi antar ruangan/bagian di lingkungan kantor, rumah atau toko. Interkom nirkabel mempergunakan jaringan listrik ataupun gelombang radio sebagai konektor atau penghubungnya.
Bluetooth Instercom@image by google.com
     Bahkan dipasaran saat ini, sudah banyak beredar Device Intercom berbagai merk dan harga dengan memanfaatkan teknologi Bluetooth / WiFi sebagai media koneksi komunikasi antara rider dan boncengan / pengendara lainnya yang langsung bisa di pasangkan pada helm. Tapi harga untuk devices yang satu ini ternyata lumayan mahal bagi beberapa kalangan termasuk saya sendiri tentunya.

     Saya coba kembali mencari info lewat Google mengenai Intercom yang murah meriah, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada salah satu aplikasi yang di kembangkan oleh team dari Infinitebuffer dan yang paling penting adalah, aplikasi ini Gratis. Wah...GRATIS...? Yap...benar....Gratis..tis...tis..tis.

     Aplikasi yang di beri nama Intercom for Android ini memungkinkan kita untuk tetap bisa berkomunikasi dengan User lainnya melalui jaringan nirkabel (Blueetoth atau WiFi) tanpa dikenakan biaya / pulsa ataupun quota hanya dengan menggunakan perangkat Smartphone Android.

Langsung saja berikut adalah perlengkapan yang di butuhkan, antaralain:

1. Smartphone Android dengan OS Android Ver. 4.0 (Ice Cream Sandwich) ke atas dengan fitur WiFi/Bluetooth tentunya.
2. Ear Phone / In Ear Phone / Headset yang mendukung fungsi microphone.
      Saya sendiri menggunakan dua unit Smartphone Xiaomi Mi4i dengan OS Android 5.0.2 (Lollipop) dan dua buah In Ear Phone Mi Piston Hybrid IV dengan fungsi microphone.
Mi Piston Hybrid IV (In Ear Phone dengan fungsi Microphone)
Penggunaan aplikasi Intercom for Android ini cukup mudah dan tentunya gratis.
Kalian cukup mengikuti beberapa langkah mudah di bawah ini :

1. Download Intercom for Android dari Google Play Store (Free) dan kemudian langsung instal pada smartphone kalian.
Gambar 1 : Intercom for Android di Play Store. Gratis...tis...tis...
Pada tutorial kali ini, saya menggunakan jaringan Bluetooth sebagai media koneksi kedua device.

2. Hidupkan Bluetooth pada ke 2 Smartphone lalu pairing/hubungkan (jika sebelumnya ke 2 Smartphone yang akan di gunakan sama sekali belum pernah terhubung melalui koneksi bluetooth).

Jika kedua device sudah pernah terhubung melalui jaringan bluetooth, maka lewati langkah No.2


3. Buka aplikasi Intercom for Android pada ke 2 Smartphone
Gambar 2 : tampilan aplikasi Intercom for Android
     Sentuh gambar icon jarum kompas pada aplikasi Intercom for Android (Gambar 2) untuk membuka jendela option jenis jaringan yang akan di gunakan untuk berkomunikasi (Gambar 3).
Gambar 3 : Pilih Option Bluetooth untuk menghubungkan ke 2 Smartphone
4. Pilih nama Bluetooth yang akan di sambungkan dengan smartphone kalian dan akan secara otomatis muncul dalam daftar (jika sebelumnya sudah pernah terhubung).

Coba kalian perhatikan pada sebelah kiri dari nama (ID) Bluetooth yang terdaftar :

- Icon Bluetooh tanpa garis miring ( \ ) adalah bluetooth yang terdaftar & terhubung.
- Icon Bluetooth dengan garis miring ( \ ) adalah bluetooth yang terdaftar namun tidak terhubung melaui aplikasi ini.
Perbedaan icon bluetooth untuk device yang terhubung dan tidak terhubung
Pastikan bluetooth sudah aktif pada ke 2 Smartphone yang akan di hubungkan. Jika tidak, maka kedua device tidak akan terhubung satu sama lain.

5. Untuk melakukan Setup pada aplikasi, sentuh icon tiga titik vertikal di sebelah pojok kanan atas layar.
Menu Option pada pojok kanan atas layar.
6. Pilih Audio Setting untuk mengatur Efek dan Sensitivitas Suara.
Menu Settings - pilih Audio Settings.
Keterangan :
- Device Name : Nama dari perangkat bluetooth kalian.
- Back Button Exits : Aplikasi akan memunculkan pop up dan menanyakan apakah kalian akan keluar dari aplikasi jika menekan tombol back pada smartphone.
- Audio Setting : pengaturan untuk audio
- Auto Connect to BT Devices : Aplikasi akan mencoba menghubungkan kembali secara otomatis apabila koneksi bluetooth terputus.
- Auto Connect Method : metode yang dapat di gunakan untuk melakukan koneksi otomatis perangkat baik melalui pengaturan waktu ataupun deteksi suara.
Seting sesuai keperluan dan selera kalian masing-masing.
- Voice Sensitivity : Mengatur tingkat sensitifitas microfon dalam menangkap suara di sekitar.
- Sound Effect Volume : Memperjelas sumber suara yang di tangkap oleh microphone.

7. Sentuh icon lingkaran dengan titik hitam di tengah (icon yang di lingkari merah) untuk merubah mode dalam penggunakan aplikasi ini.

Mode PTT (Push To Talk) - Icon lingkaran dengan titik hitam
- Mode ini akan merubah Smartphone kalian menjadi layaknya Walkie-Talkie / HT (Handy Talky) dimana sebelum melakukan percakapan, kalian diwajibkan menekan dan tahan tombol PPT pada bagian bawah layar.

     Kegiatan ini dilakukan secara bergantian tergantung dari pihak mana yang akan berbicara. Tentunya bisa diakhiri dengan kata "ganti" atau "roger" agar lebih mirip dengan HT / Walkie Talkie.hahaha...
Mode penggunaan aplikasi
Mode Voice Detection - Icon pesan
Mode ini memungkinkan kalian untuk berkomunikasi secara Real-Time layaknya kalian sedang menelpon tanpa harus menyentuh tombol apapun. Aplikasi akan mendeteksi suara yang masuk melaui microphon secara otomatis.
PERHATIAN : bagi yang sedang berkedara dan ingin melakukan perbincangan dengan pebonceng/boncengan kalian/penumpang/pengendara lainnya, sebaiknya menggunakan Mode Voice Detection demi alasan keselamatan kalian sendiri di jalan raya.
Mudah bukan...Gratis pula???

     Jadi, bagi kalian para rider yang membawa sedang membawa penumapang/boncengan bisa tetap saling berkomunikasi tanpa harus berteriak ataupun menoleh kebelakang dan bisa tetap memperhatikan kondisi jalan di depan.

     Walaupun aplikasi ini tidak sebaik Device Intercom yang di jual di pasaran dengan harga yang cukup tinggi, paling tidak ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi pilihan murah meriah bagi rider ataupun pecinta touring yang ingin tetap berkomunikasi dengan boncengan ataupun rider lain.

      Semoga dengan tulisan kali ini dapat menambah informasi bagi kalian dan sekali lagi KUTUbuku tekankan, pergunakanlah aplikasi ini dengan bijaksana agar perjalanan kalian dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan serta selamat sampai tujuan.

Silahkan tinggalkan komentar kalian dan nantikan informasi lainnya hanya di


Kunjungi juga Channel Youtube KUTUbuku-vlog untuk totorial lainnya dan jangan lupa Like & Subscribe channelnya KUTUbuku-vlog.

Terimakasih
Om Santih, Santih, Santih Om

TUTORIAL : Mengenal Fitur Daisy Chain pada Display Port untuk Multi Display

 
DisplayPort Daisy Chaining

Om Swastiastu

      Kembali lagi dengan KUTUbuku dalam pembahasan Mengenal Fitur Daisy Chain pada Display Port untuk Multi Display.

      Bagi kalian para pengguna display monitor lebih dari satu dalam satu system komputer atau biasa disebut dengan Multi Display User, tentu kalian sudah merasakan efisiensi dari konfigurasi multi monitor ini dan mungkin akan enggan untuk kembali ke konfigurasi single/satu monitor.
Multi Monitor (image by - Google)
      Itu pula yang saya rasakan saat ini dimana multi monitor dalam satu system komputer sangat membantu saya dalam bekerja dan melakukan multitasking dimana misalkan pada satu monitor saya bisa membuka program editing gambar dan di monitor lainnya, saya menonton tutorial di youtube tentang cara editing gambar yang baik.

       Jadi saya tidak akan direpotkan lagi untuk berpindah dari satu program ke program lainnya di saat yang bersamaan. Bisa di katakan, saya sendiri sudah ketagihan menggunakan konfigurasi multi monitor...hahaha
Contoh Multi Monitor untuk Gaming (image by - Google)
       Pada kenyataannya, memang ada beberapa kalangan user ataupun sebuah profesi yang terkadang di wajibkan untuk menggunakan monitor lebih dari satu guna menunjang produktifitas, misalkan :

- Pemain Saham
- Video Editor
- Gammer
- Music Enginering
- Rendering
- Foto Editing
- Arsitek
- CCTV
- Programmer
- Hacker dan masih banyak lagi contoh lainnya diluar sana.
Trading work office @image by - Google
Menarik bukan....?

       Ada banyak cara yang bisa kalian gunakan untuk membangun system komputer dengan banyak monitor mulai dari memanfaatkan TV LED sebagai monitor, menggunakan multi port video adaptor, lcd laptop bekas sebagai monitor tambahahan, menggunakan port USB sebagai port video out dan masih banyak cara lainnya yang bisa kalian temukan di internet.

       Namun, kali ini saya akan membahas salah satu metode konfigurasi setup Multi Monitor yang mungkin masih jarang di pergunakan atau di temui oleh penikmat multi monitor khususnya di Indonesia.
Apakah kalian pernah mendengar fitur MST (Multi-Stream Transport) atau yang biasa di sebut "Daisy Chain"...???

       Saya sendiri baru-baru ini mencoba menggunakan fitur Daisy-Chain MST setelah berhasil mengumpulkan semua perlengkapan yang di perlukan untuk bisa mencoba Daisy-Chain ini.

A : Jadi apa itu fitur Daisy-Chain MST pada Monitor?
Q : secara garis besar, fitur Daisy Chain, adalah jenis konfigurasi sambungan baru yang memungkinkan beberapa monitor untuk di hubungkan secara "seri" hanya dari 1 port video out pada Graphic Card atau GPU khususnya pada DisplayPort.

Daisy Chain / MST ini tentunya berbeda dari konfigurasi tradisional (konfigurasi paralel) yang sudah umum ditemui pada beberapa pengguna multi display dimana untuk untuk konfigurasi monitor paralel, tiap satu monitor akan  menggunakan satu jenis port Video Out pada Graphic Card dan satu jenis kabel display yang sesuai untuk menghubungkannya ke monitor untuk di sesuaikan dengan jenis port pada monitor.

Untuk lebih jelasnya, bisa kalian lihat pada gambar di bawah in (Gambar 01).
Gambar 01 : Contoh Konfigurasi Tradisional untuk Multi Display
     Jadi misalkan pada Graphic Card terdapat 3 buah port video out seperti pada contoh Gambar 01 dan kalian akan menggunakan 3 buah monitor yang berbeda/sejenis dengan masing-masing port video in seperti di contoh, maka kalian memerlukan 3 buah kabel yang berbeda sesuai dengan jenis port yang akan kalian hubungkan. (Gambar 02.)
Gambar 02 : Illustrasi konfigurasi tradisional pada 3 monitor
     Sedangkan pada fitur Daisy-Chain, kita hanya akan menggunakan 1 jenis port video out pada GPU PC atau Laptop kemudian di hubungkan dengan kabel jenis Display Port (DP) secara seri dari monitor 1 ke monitor 2 dan begitu seterusnya untuk monitor 3 dst. (Gambar 03.)
Gambar 03: Contoh penerapan Daisy Chain MST menggunakan DisplayPort
     Untuk saat ini, fitur Daisy Chain MST pada monitor komputer hanya terbatas untuk penggunaan port jenis Displayport dan "mungkin" saja untuk kedepannya fitur ini akan di aplikasikan ke jenis port yang lain. Siapa yang tahu bukan....???

 INFORMASI MENGENAI DISPLAYPORT
A : Apa itu DisplayPort
Q : Displayport (DP) adalah sambungan antarmuka layar digital yang di kembangkan oleh Video Electronics Standards Association (VESA), dimana antarmuka ini digunakan untuk menghubungkan sumber video ke perangkat display seperti monitor komputer dan juga dapat digunakan untuk mengirimkan suara, USB dan data lainnya.

A : Apakah Displayport dapat di konversi ke dalam bentuk jenis port yang lain?
Q : Displayport kompatibel dengan jenis port VGA, DVI dan HDMI melalui penggunaan adaptor konverter pasif ataupun aktif.

A : Ada berapa versi DP yang sudah di perkenalkan hingga saat ini
Q : Display Port versi 1.0 dan 1.1a

Versi 1.0, diperkenalkan oleh VESA pada 3 Mei 2006.
Kemudian berlanjut ke Versi 1.1a yang disahkan pada 2 April 2007.

DisplayPort 1.0 memungkinkan untuk menyalurkan maksimum 8.64 Gbit/s data rate melalui kabel sepanjang 2 meter.
DisplayPort 1.1 juga memungkinkan perangkat untuk menerapkan lapisan link alternatif seperti serat optik,
yang memungkinkan jangkauan yang lebih panjang antara sumber gambar dan layar tanpa degradasi/penurunan kualitas sinyal,
meskipun implementasi alternatif yang tidak standar. Hal ini juga termasuk HDCP selain DisplayPort Content Protection (DPCP).
Untuk detil spesifikasi dari DisplayPort 1.1a dapat didownload secara gratis dari situs VESA.

Display Port versi 1.2 - 1.2a

DisplayPort versi 1.2 diperkenalkan pada tanggal 22 Desember 2009.
Peningkatan paling signifikan dari versi baru adalah 2x lipat dari bandwidth efektif untuk 17.28 Gbit/s dengan mode High Bit Rate 2 (HBR2),
yang memungkinkan peningkatan resolusi, refresh rate yang lebih tinggi, dan kedalaman warna yang lebih besar.
Perbaikan lainnya termasuk kemampuan sambungan Daisy-Chain dengan beberapa monitor atau disebut Multi-Stream Transport (MST), fasilitas untuk 3D stereoscopic , meningkat AUX bandwidth kanal (dari 1 Mbit/s ke 720 Mbit/s),
penambahan Color Space termasuk xvYCC , scRGB dan Adobe RGB 1998 , dan Global Time Code (GTC) untuk sub 1 mikrodetik sinkronisasi audio / video.
Apple Inc 's juga meluncurkan mini DisplayPort konektor yang berukuran jauh lebih kecil dan dirancang untuk komputer laptop dan perangkat kecil lainnya dan mampu kompatibel dengan standar baru.

DisplayPort Versi 1.2a merupaka versi opsional yang termasuk dalam VESA Adaptive Sync.
AMD FreeSync memanfaatkan fitur DisplayPort Adaptive-Sync untuk sistem operasi FreeSync yang pertama kali didemonstrasikan di CES 2014 pada laptop Toshiba Satellite dengan memanfaatkan fitur Panel-Self-Refresh (PSR) dari standar DisplayPort,
dan setelah usulan dari AMD, VESA kemudian mengadaptasi fitur Panel-Self-Refresh (PSR) untuk ditambahkan sebagai fitur opsional standar utama DisplayPort
di bawah nama "Adaptive-Sync" dalam versi 1.2a. Karena termasuk fitur opsional, dukungan untuk Adaptive-Sync tidak diperlukan layar monitor untuk ditanam port DisplayPort 1.2a.

Display Port versi 1.3

DisplayPort versi 1.3 diluncurkan pada tanggal 15 September 2014.
Pada versi ini, standar DP meningkat secara keseluruhan untuk bandwidth transmisi ke 32,4 Gbit/s dengan mode High Bit Rate 3 (HBR3) baru yang mampu mengirimkan data hingga 8.1 Gbit/s per jalur (naik dari 5.4 Gbit/s dengan HBR2 di versi 1.2),
dengan total data throughput mencapai 25.92 Gbit/s setelah mencapai encoding overhead 8b/10b.
Bandwidth ini cukup untuk resolusi :
4K UHD display (3840 × 2160) di 120Hz
5K display (5120 × 2880) pada 60Hz atau
8K UHD display (7680 × 4320) pada 30Hz, dengan 24-bit RGB warna.

Jika menggunakan Multi-Streaming Transport (MST), dapat mendukung dua 4K UHD (3840 × 2160) menampilkan pada 60Hz, atau
hingga empat WQXGA (2560 × 1600) menampilkan di 60Hz dalam mode RGB 24-bit.

Ini merupakan standar baru dan mendukung Dual-Mode untuk adaptor DVI dan HDMI serta dukungan untuk HDMI 2.0 standar dan perlindungan konten pada HDCP 2.2.
Jenis koneksi Thunderbolt 3 standar awalnya dibuat untuk menyertakan dukungan DisplayPort 1.3, namun rilis final akhirnya hanya termasuk pada dukungan untuk versi 1.2.
Fitur Adaptive Sync VESA di DisplayPort versi 1.3 tetap merupakan bagian opsional dari spesifikasi sama halnya dengan DisplayPort versi 1.2a


Display Port versi 1.4

DisplayPort ver1.4 diterbitkan 1 Maret 2016.
Tidak ada mode transmisi baru dalam versi ini, sehingga HBR3 (32.4 Gbit/s) seperti yang diperkenalkan di versi 1.3 masih tetap sebagai modus tertinggi yang tersedia hingga saat ini.
Hanya saja pada DisplayPort 1.4 ditambahkan dukungan untuk Display Stream Compression 1.2 (DSC), Forward Error Correction, ekstensi HDR10 yang didefinisikan dalam CTA-861.3,  Rec. 2020 atau BT.2020 Color Space,
dan memperluas jumlah maksimum saluran audio inline ke 32.

DSC adalah teknik encoding "visual lossless" sampai dengan rasio kompresi 3: 1.
Menggunakan DSC dengan  transmission rates HBR3, DisplayPort 1.4 dapat mendukung resolusi :
8K UHD (7680 × 4320) pada 60Hz dengan 10-bit warna dan HDR atau
4K UHD (3840 × 2160) pada 120Hz dengan warna 10-bit dan HDR.
4K pada 60Hz dengan warna 10-bit dan HDR dapat dicapai tanpa perlu DSC.
Pada layar yang tidak mendukung DSC, batas maksimum tidak berubah dari DisplayPort Versi 1.3 (4K-120Hz / 5K-60Hz / 8K-30Hz).
     Dalam kebanyakan situasi, fitur Daisy Chain mampu menyederhanakan perkabelan yang hanya menggunakan satu jenis kabel saja. Jadi untuk penataan kabel dari PC ke Monitor, juga dapat diupayakan agar lebih rapi.

==[ HARDWARE Requirements ]==

Untuk dapat menggunakan fitur ini, tentu ada beberapa syarat tekinis dari Hardware pendukung yang harus di lengkapi :

1. Graphic Card :

*Graphic Card Integrated / Internal

* Jika kalian ingin menggunakan GPU Integrated/Internal, pastikan terlebih dahulu seri dari Processor dan jenis Motherboard pada Rig PC kalian apakah sudah support DisplayPort 1.2!
Motherboard dengan dukungan DisplayPort-Out @image by http://multimonitorcomputer.com
* Dan untuk kalian yang akan menggunakan Laptop untuk setup Daisy Chaint MST, periksa terlebih dahulu apakah terdapat port DP atau mDP video out pada laptop kalian!
port DP standar pada laptop @image by http://multimonitorcomputer.com

port mini Display Port (mDP) pada laptop @image by http://multimonitorcomputer.com

Contoh prossesor yang support DP 1.2

5th generation Intel® Core™ processor family
Intel® Core™ M processor  
4th generation Intel® Core™ processor family

Sumber :Quick Reference Guide for Intel® Core™ Processor Graphics

Berikut adalah contoh beberapa jenis port yang umum di temukan pada Motherboard / GPU External / Laptop.
Contoh port video yang paling umum
Jika kalian ingin menikmati fitur Daisy Chain (MST), lebih baik menggunakan Graphic Card Dedicated / External agar tidak memberatkan kinerja Processor dan RAM komputer kalian nantinya.
Periksa buku manual atau langsung cek ke situs terkait untuk informasi lebih lanjut.

*Graphic Card Dedicated / External

* Kalian perlu menggunakan Graphic Card / GPU Dedicated / External yang memiliki minimal satu DisplayPort output versi 1.2 baik dalam jenis DisplayPort Standar ataupun mini DisplayPort.

* Biasanya untuk GPU keluaran terbaru (2010+) , sudah memiliki DisplayPort dan mendukung penggunaan resolusi diatas Full HD.

* Beberapa jenis GPU tentunya memiliki kempuan yang terbatas untuk mendrive sejumlah monitor yang lebih dari satu. Namun ada juga seri GPU yang mampu mendrive 4 monitor atau bahkan 6 monitor sekaligus. Ini tergantung dari teknologi dan fitur yang dimiliki GPU itu sendiri.

* Walaupun DisplayPort 1.2 mampu menyalurkan bandwidth yang lebih besar dan menampilkan jumlah pixel yang lebih banyak dibandingkan jenis port yang lain, tentu jenis port ini masih memiliki limitasi.

Periksa buku manual atau langsung cek ke situs terkait untuk informasi lebih lanjut.

Berikut adalah tabel perbandingan berdasarkan jumlah maksimal monitor vs resolusi monitor yang dapat di Daisy Chain / MST melalui DisplayPort 1.2.
Tabel : jumlah maksimal monitor VS resolusi monitor

     Tebel diatas hanya merupakan contoh dimana resolusi tiap monitor yang akan di Daisy Chain menggunakan resolusi yang sama. Namun pada kenyataannya, tidak harus selalu seperti itu.
     Kalian dapat menggunakan fitur daisy chain pada monitor dengan resolusi yang berbeda (monitor yang mendukung Daisy Chain tentunya), misalkan, salah satu monitor dengan resolusi 2560 x 1600 (WQXGA) kemudian digabungkan dengan dua monitor 1920 x 1080 (FHD).

     Dengan berpedoman pada tabel diatas, kalian dapat menentukan akan menggunakan monitor dengan resolusi dan jumlah monitor yang akan di Dasiy Chain nantinya.
2. Monitor
    Untuk monitor, kalian bebas menentukan merk dan resolusi yang ingin kalian gunakan dalam konfigurasi Daisy Chain, namun kembali ada beberapa persyaratan yang harus kalian penuhi:

 * Jumlah resolusi monitor harus disesuaikan dengan kemampuan bandwidth GPU yang akan kalian gunakan dan kemampuan maksimal bandwidth pada port DP 1.2 (mengacu pada tabel diatas).

* Monitor harus memiliki setidaknya minimal dua buah port DP 1.2 (in dan out) dan pastinya harus mendukung fitur MST.
A : Kenapa harus minimal dua port DP (port Input dan port Output) pada tiap monitor?
Q : Karena kedua port inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengaktifkan efek berantai dari satu monitor ke monitor yang lain.
A : Kenapa harus DP 1.2? apakah DP 1.0 atau DP 1.1 tidak bisa melakukan Daisy Chain.
Q : Selain karena kemampuan jumlah bandwidh yang dapat disalurkan lebih besar pada DP 1.2, hingga saat ini fitur MST pada monitor hanya di dukung untuk port DP 1.2 ke atas (1.2a/1.3/1.4)
Sedangkan, monitor dengan port DP 1.1 hanya dapat di gunakan sebagai Monitor pada urutan terakhir dalam konfigurasi Daisy Chain MST.
A : Kalau begitu, merk dan type monitor apa saja yang mendukung fitur Daisy Chain MST?
Q : Dikutip dari situs resmi http://www.displayport.org , berikut adalah beberapa contoh merk monitor yang mendukung fitur Daisy Chain MST :

- BenQ BL3201PT Designer Monitor
- Lenovo LT2934z
- Asus PA279Q
- Dell U2413 UltraSharp with PremierColor Monitor
- Dell U2414H UltraSharp 24 Monitor
- Dell U2515H UltraSharp Monitor
- Dell U2713H UltraSharp with PremierColor Monitor
- Dell U2913WM Ultrawide Monitor
- Dell 2917W Ultrawide Monitor
- Dell U3014 UltraSharp PremierColor Monitor
- Dell UP3017 UltraSharp Monitor with PremierColor

Untuk merk lainnya, bisa kalian cek langsung ke situs resminya untuk melihat spesifikasi apakah monitor yang kalian cari atau yang sudah kalian miliki saat ini support Daisy Chain MST atau tidak.

3. Kabel DisplayPort
    Tentunya kalian wajib menggunakan kabel jenis Display Port (DP to DP atau mDP) :
Contoh Kabel DisplayPort
* Sesuaikan dengan jenis port pada monitor dan GPU apakah menggunakan DP Standart atau Mini DP atau kombinasi keduanya (DP dan mDP)

     Biasanya saat kalian membeli sebuah monitor yang sudah mendukung port DP, akan disertakan pula kabel DP didalam paket pembelian atau jika tidak, kalian bisa membelinya di toko komputer dengan harga yang bervariasi atara puluhan ribu bahkan hingga ratusan ribu.

     Itulah beberapa persyaratan untuk dapat menikmati fitur daisy chain pada system RIG PC kalian...Selamat berburu.

==[ Proses Instalasi dan Setup ]==

Setelah semua syarat terpenuhi, sekarang kita masuk ke tahap Instalasi dan Setup.
PERHATIAN :
* Disini saya menggunakan contoh Hardware yang sudah saya miliki sebelumnya dan saya  pergunakan untuk mencoba fitur Daisy-Chain MST ini.
* Bukan berarti kalian wajib menggunakan jenis dan merk hardware yang sama jika ingin mencoba fitur ini.
* Saya tidak sedang berjualan ataupun melakukan promosi terhadap suatu brand ataupun produk.
* Tulisan saya ini tidak ditujukan untuk memaksakan para pembaca agar mencoba dan  membeli semua hardware untuk bisa mempraktikan Daisy-Chain.
* Tulisan ini saya buat hanya untuk menambah wawasan kita bersama.

Jadi diharapkan kebijakan para pembaca mengenai tulisan saya ini.


1. Graphic Card Zotac GTX 750ti - 2B GDDR5 ( *Rp.1.6xx.xxx,- )
Spesifikasi : www.zotac.com
                     www.geforce.co.uk
memiliki 1 buah port DP 1.2
Driver GPU selalu saya update
Graphic Card yang Murah Meriah di Kelasnya
2. Monitor Dell U2515H - 2 Unit ( *@Rp.4.8xx.xxx,- )
Spesifikasi : Dell 1 atau Dell 2
Dell U2515H mendukung DP dan Daisy Chain
3. Kabel DP to miniDP bawaan monitor  - 2 buah (Free)
    Untuk harga kabel DP di pasaran bervariasi antara Rp.100.000 keatas

4. OS Windows 10 Pro- Optional
     Disarankan menggunakan OS Windows 7 keatas.

* Harga yang tertera hanya sebagai acuan dan tidak bersifat mengikat.
A : Kenapa hanya menggunakan 2 unit monitor Dell U2515H?
Q : Dell U2515H memiliki bentang resolusi sebesar 2560 x 1440 - 60Hz (1440p) dan berdasarkan tabel diatas, untuk resolusi 1440p atau 1600p, DP 1.2 maksimal hanya dapat mendrive 2 buah monitor pada resolusi ini.
A : Kenapa bukan menggunakan 1 buah monitor 2560 x 1440 dan 2 buah monitor 1920 x 1080 seperti pada contoh diatas.
Q : Karena area meja kerja saya yang sempit dan pilihan terbaik menurut saya adalah menggunakan 2 buah monitor 25 inch 1440p.

Untuk alasan lainnya kenapa saya memilih Dell U2515H, kalian dapat membacanya di sini :

Dell U2515H part 01
Dell U2515H part 02

Di kunjungi juga ya.....!!!
Mengacu pada penjabaran sebelumnya diatas, maka konfigurasi untuk Daisy Chain yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

konfigurasi Daisy Chaint MST @KUTUbuku

1.GPU (DP Out) - Kabel DP (1) - Monitor 01 (mDP in)
 Port DP Out  Graphic Card di sambungkan dengan kabel DP to mDP 1 menuju Monitor 01 dan masuk ke port mDP In pada Monitor 01
2. Monitor 1 (DP Out) - Kabel DP (2) - Monitor 02 (mDP in)
Port DP Out pada Monitor 01 disambungkan dengan kabel DP to mDP 2 menuju Monitor 02 dan masuk ke port mDP In pada Monitor 02

Semoga penjelasan gambar di atas tidak terlalu rumit.

Untuk setup lebih dari 2 Monitor pun caranya sama, namun hal yang perlu di ingat adalah, jumlah monitor yang dapat di Daisy-Chain dipengaruhi oleh kemampuan dari GPU yang kalian gunakan dan jumlah resolusi keseluruhan monitor yang terhubung dalam konfigurasi ini(cek kembali tabel di atas).

Setelah beres dengan urusan perkabelan, hidupkan PC/Laptop kalian beserta monitor.
Pada semua monitor yang terhubung, masuk ke menu Settings pada monitor untuk melakukan beberapa setup.

 Karena saya menggunakan konfigurasi dua monitor, maka setupnya akan seperti ini pada tiap monitor.

Monitor 1 :
- Input Source : Mini DisplayPort - sesuai dengan port input yang digunakan pada Monitor 01.
Jika kalian menggunakan kabel DP to DP - kabel DP dari output Graphic Card masuk melalui port DP In di Monitor 01, maka pada Input Source pilih : DisplayPort (DP) bukan mDP seperti pada gambar di bawah.
Monitor 01 - Pilih menu Input Source
- Display : DP 1.2 : dirubah ke Enable (Wajib) Monitor 01
DP 1.2 - Enable mpada monitor 01
Setup pada Monitor 1 sudah selesai. Kita pindah ke Monitor 2. Let's Go....

Monitor 2 :
- Input Source : Mini DisplayPort - sesuai dengan port input yang digunakan pada Monitor 02.
Jika menggunakan kabel DP to DP - kabel DP dari output Monitor 01 masuk melalui port DP In di Monitor 02  maka pada Input Source pilih : DisplayPort (DP) bukan mDP seperti pada gambar di bawah.
Monitor 02 - Pilih menu Input Source

- Display : DP 1.2 : dirubah ke Disable (Wajib) Monitor 02
DP 1.2 - Disable pada monitor 02
         Pada beberapa monitor seperti merk Dell ini, terkadang pengaturan DP 1.2 (Daisy-Chain MST) akan berada di posisi Disable/Non Active secara default. Jadi sebelum kalian bisa menggunakan fitur ini, kalian masuk ke Menu Setting pada Monitor dan merubahnya menjadi Enable / Active.

A : Kenapa pengaturan Display : DP 1.2 pada monitor 01 dan monitor 02 berbeda pada option Display - DP1.2?
Q : Driver Graphic Card pada Komputer / Laptop membutuhkan acuan sinyal parameter dalam konfigurasi Daisy Chain yang kita gunakan, untuk menunjukkan bahwa monitor 02 adalah monitor terakhir dalam rangkaian tersebut. Jadi dengan merubah option DP1.2 pada monitor 02 (monitor terakhir), driver akan mengindikasikan, bahwa hanya ada dua unit monitor dalam konfigurasi yang kita pergunakan.

Jadi misalkan kalian akan menggunakan 3 buah Monitor untuk setup Daisy-Chain, maka pada monitor ke 3 (monitor urutan terakhir), option DP 1.2 harus di Disable (non Aktif) dan Monitor 01 - Monitor 02, option DP 1.2 harus Enable (Aktif) dan juga begitu seterusnya.
DP 1.2 Option Setup pada tiap monitor
Untuk setting pada OS Windows, kalian bisa menggunakan option Extend these displays atau Duplicate these displays sesuai dengan keperluan.
Windows Display Setting (Win + P
Dan inilah hasil Daisy Chain MST dengan 2 unit Monitor Dell U2515H pada meja kerja saya saat ini.
Setup Daisy Chain MST Dual Dell U2515H@KUTUbuku
Beberapa pertanyaan yang mungkin terpikirkan oleh para pembaca.

Q : Apakah GPU AMD dengan port DP bisa untuk Daisy-Chain MST?
A : GPU AMD Support MST

Q : OS Mac atau Linux/ Ubuntu support MST?
A : OS Mac 1 dan OS Mac 2
A : OS Linux / Ubuntu

Q : Daisy Chain lewat port HDMI?
A : Daisy Chain MST lewat HDMI - Tidak

Q : Kenapa harus masuk forum lain untuk pertanyaan diatas?
A :  1. Semua OS dan Hardwere yang di sebutkan diatas (kecuali pertanyaan tentang HDMI), tidak saya miliki...jadi tidak bisa saya tes secara langsung.
       2. Saya hanya memiliki 1 Unit Komputer dan 1 Unit Graphic Card, dan jika saya pergunakan untuk mencoba instal dan tes semua satu per satu, kapan saya kerjanya...??? hehehehehe....istri mau dikasi makan apa...???? hahahahaha
      3. Tidak ada salahnya membaca kan...??? peace bro

Q : Jika ingin mencoba Daisy Chain, apakah tidak ada option hardware (misalnya monitor) yang lebih murah?
A : Pastinya ada..tinggal kita pintar-pintar memilih saja dan sebelum memutuskan untuk membeli, cari review sebanyak-banyaknya dan baca spesifikasinya dengan teliti. Jika perlu, langsung bertanya kepada yang sudah memilikinya.

Q : Kenapa tidak ada review penggunaan fitur daisy chain untuk bermain game?
A : Ini adalah komputer untuk saya bekerja, jadi tidak ada gamenya...kalaupun ada, saya hanya akan menggunakan 1 monitor untuk bermain game, dan monitor 2 akan saya matikan. Jadi Daisy Chainnya akan otomatis tidak aktif. Hitung-hitung saya bisa hemat listrik.

Untuk link reverensi :

Wikipedia
www.displayport.org 1  dan 2
www.dell.com
multimonitorcomputer.com
    
     Pengaplikasian fitur Daisy-Chain pada sebuah system komputer tentu bukan hal yang mutlak di lakukan. Bukan pula berarti menggunakan cara tradisional itu adalah salah/buruk, tergantung selera dan kemampuan penggunanya serta hardware masing-masing. Karena memang hardware saya mendukung untuk melakukan Daisy-Chain MST, jadi kenapa tidak saya maksimalkan potensi yang ada saat ini?

     Pastinya sangat menyenangkan juga jika bisa mencoba hal-hal yang baru, terlebih lagi dengan ini meja kerja saya terlihat bebas dari kabel-kabel melintang yang sempat menggangu mata. Paling tidak bisa membuat mood dalam bekerja menjadi lebih baik.

     Semoga, tulisan saya ini dapat menambah wawasan dan dapat berguna dikemudian hari bagi pengunjung blog ini, karena memang itulah tujuan dari kutubuku-vlog.blogspot.com ini saya buat.

     Dan bagi kalian yang memiliki pertanyaan perihal fitur Daisy Chain MST, silahkan tinggalkan komentar di bawah ini, dan dengan senang hati saya akan menjawabnya sebisa mungkin.

Nantikan artikel bermanfaat lainnya dari kutubuku-vlog.blogspot.co.id


Terimakasih
Om Santih, Santih, Santih Om